Jumat, 30 Maret 2012


゜・☆彡*:.。Arti Bulan Lahir゜・☆彡*:.。

;) JANUARI
* Mudah menyintai
* Mudah melupakan saat dikhianati
* Pandai mengoda
* Romantis tetapi kaku
* Mudah cemburu
* Mudah bergaul & pemalu

;) FEBRUARI
* Sukar jatuh cinta
* Menghargai pasangan
* Jujur & transparan
* Nekad
* Sangat romantis
* Modis

;) MARET
* Mudah menarik simpati lawan jenis
* Tidak mandiri
* Pemalu
* Mudah cemburu
* Manja
* Mudah menyintai
* Penuntut

:) APRIL
* Sulit jatuh cinta
* Tidak berani berterus terang
* Pemalu
* Butuh perhatian
* Pencemburu
* Setia
* Mudah emosi
* Ngak romantis
* Sukar melupakan pasangan walaupun dikhianati

;;) MEI
* Mudah jatuh cinta
* Baik & jujur
* Romantis
* Suka mengatur
* Suka berkhayal

:) JUNI
* Tidak bisa menyenangkan pasangan
* Mudah menyintai tetapi terlalu memilih
* Cerewet
* Mudah emosi
* Mudah ngambek
* Pelindung sejati
* Gila pujian

;) JULI
* Pandai menjaga diri
* Suka didampingi
* Sukar dimengerti
* Suka & senang berterus terang
* Mudah terluka & lama pulih
* Mudah ngambek
* Setia
* Pendengar yang baik
* Mudah cemburu
* Suka menilai & menjaga hubungan

:) AGUSTUS
* Suka memimpin
* Romantis
* Penuh kasih sayang & penyayang
* Sangat sensitif
* Mudah curhat

;) SEPTEMBER
* Sopan
* Suka mengkritik
* Sangat sensitif & emosi
* Pandai memahami
* Kurang menunjukan perasaannya terhadap pasangan
* Sukar melupakan jika hatinya terluka
* Pandai menyimpan perasaan
* Suka berterus terang

;) OKTOBER
* Pandai berkomunikasi
* Suka disayang & menyayangi
* Sopan
* Jujur & jarang berpura ~ pura
* Mudah emosi
* Pencemburu
* Romantis
* Memahami pasangan

;) NOVEMBER
* Cermat & teliti
* Suka berahasia dengan siapapun
* Kuat berpendirian
* Pendendam
* Mudah emosi
* Moody

;) DESEMBER
* Mudah menyintai
* Selalu tergesa ~ gesa
* Mandiri
* Menyintai kebebasan
* Pandai mempengaruhi

“...believe it or not...” 99% AKURAT,, kalo ga cocok berarti anda lahir di bulan yg salah...=D:D

Diterbitkan di: 20 Nopember, 2010   

Sumber: http://id.shvoong.com/books/children-and-youth/2076654-arti-bulan-lahir/#ixzz1qfEChkUg
SEMANGAT!!!!
Puisi Siti Halimah

Hidup itu butuh perjuangan.
Butuh kerja keras.
Butuh kemandirian yang tangguh...

Maka dari itu,
Jangan sia-siakan hidupmu...
Karna hidup itu cuma sekali.
Jika kau telah pergi,
Maka jiwamu tak akan pernah kembali lagi.

Ayo, tunjukkan pada dunia !!!
Kamu bisa meraih cita-cita,
Mengejar mimpi...
Dan mengumpulkan prestasi yang sangat kamu impikan...
Ayam Negeri dan Ayam Kampung
Pada suatu hari, seorang ayah dan seorang anak laki-lakinya yang sudah menjelang dewasa tampak sedang bersama-sama memberi makanan pada ayam-ayam peliharaan mereka. Keluarga ini memang memelihara banyak ayam dari berbagai jenis, yang terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu ayam kampung dan ayam negeri.

Di sela-sela kesibukan itu, tiba-tiba sang ayah bertanya pada anaknya : “Nak, kalau kau harus memilih, yang mana kau lebih suka, jadi ayam negeri atau jadi ayam kampung?” Sang anak tertegun mendengar pertanyaan tersebut. Ia tidak mampu menjawab.

“Apa maksud ayah?” katanya sejurus kemudian.

“Ini hanya sebuah permisalan. Bila kelak engkau menjadi lebih dewasa nanti, ada dua cara hidup yang bisa engkau pilih, yaitu cara hidup seperti ayam negeri, atau sebagai ayam kampung”, jelas ayahnya.

“Ah, aku tahu ! Tentu aku memilih hidup seperti ayam kampung. Ia selalu bebas pergi ke mana saja ia mau..”, jawab sang anak dengan antusias.

Si ayah yang bijaksana ini tersenyum sambil membenarkan. “Selain kebebasan, masih banyak hal-hal lain yang bisa kita ambil dari kehidupan ayam kampung, dibanding dengan kehidupan ayam negeri”, lanjut ayahnya. Lalu ia mulai berbicara panjang lebar untuk menjelaskan falsafah hidup ayam kampung kepada anak kesayangannyatersebut.

Ayam kampung berbeda terhadap ayam negeri dalam banyak hal. Perbedaan pertama yang telah disebut di atas adalah hal kebebasan. Ayam kampung selalu hidup bebas di alam lepas. Pergi ke
sana ke mari mencari makan, bermain, dan bercengkerama. Sementara itu, ayam negeri selalu hidup di kandang yang bagus.

Pada malam hari, ayam kampung tidur seadanya, di mana saja. Tidak perlu di kandang, bahkan acapkali hanya di atas jerami atau pada seutas ranting. Sedangkan ayam negeri siang malam ada di kandang yang nyaman, termasuk waktu tidur. Kandangnya itu, benar-benar dibuat nyaman, bersih karena setiap hari dibersihkan. Kesehatan lingkungannya di jaga, bahkan temperatur ruangan harus selalu diatur dengan nyala lampu agar tetap hangat.

Ayam kampung mencari makan sendiri, berjuang menyibak semak-semak, mengorek sampah, merambah selokan, berpanas dan berhujan menyantap apa saja yang bisa disantapnya. Tidak peduli kotoran dan tidak hirau pelimbahan, demi menyambung hidup yang keras dari hari ke hari.

Ayam negeri di lain pihak, disediakan makanan oleh majikannya dengan makanan khusus. Penuh gizi dan bebas
hama. Jadwal teratur, dan tidak boleh menyentuh makanan sembarangan. Sekali-sekali pada waktu- waktu tertentu, ayam negeri juga diberi suntikan agar lebih sehat dan produktif.

Melihat kenyataan itu, tentu terpikir oleh kita bahwa sudah sepantasnya kalau ayam negeri memiliki kelebihan dalam segala hal dibanding ayam kampung. Tapi apa nyatanya? Ayam negeri sangat sensitif.
Ada keadaan yang sedikit saja menyimpang dari seharusnya, sakitlah ia. Satu sakit, yang lain pun sakit, dan akhirnya semua mati. Sebaliknya,.ayam kampung tidak pernah sakit, tubuhnya sehat dan kuat, berkat gemblengan alam. Itu yang membuatnya tidak pernah sakit. Ia pun berjuang setiap hari di alam terbuka, melawan kekerasan alam untuk mencari nafkahnya. Ayam kampung juga memiliki rasa pengorbanan, tidak ragu untuk menyibak semak, mengorek sampah dan merambah selokan, berpanas dan berhujan sambil membimbing anak- anaknya mencari makan, agar mereka tegar seperti induknya.

Sang ayah yang bijaksana tadi berkata lagi : “Lihat, meski bergelimang berbagai kenyamanan, ayam negeri itu sesungguhnya sudah kehilangan identitas sebagai makhluk yang bebas. Statusnya sudah diubah oleh mahluk lain yang bernama manusia, tidak lagi sebagai mahluk hidup, melainkan sebagai mesin. Mesin yang menghasilkan telur dan daging dalam jumlah besar bagi keperluan manusia..”

Moral apa yang bisa kita serap dari fenomena ayam kampung dan ayam negeri ini?

Manusia bisa berkaca dari cermin kehidupan ayam negeri dan ayam kampung. Dalam bekerja mencari nafkah serta meniti karir, kebanyakan generasi muda menghendaki kehidupan nyaman tidak ubahnya bagai kehidupan ayam negeri. Mendambakan hidup nikmat di mana segala kebutuhannya dipenuhi, jauh dari beratnya perjuangan hidup, jauh dari gemblengan dan tantangan alam, bahkan kalau perlu tidak usah tahu dengan yang namanya cucuran keringat serta beratnya banting tulang.

Sejak selesai sekolah, rata-rata pemuda sudah terpola untuk bias diterima bekerja di sebuah perusahaan besar, menerima gaji besar, mendapat sejumlah jaminan dan fasilitas-fasilitas tertentu, mampu membeli rumah dan mobil sendiri, serta berkantor di salah satu gedung megah dan mewah di kawasan bisnis bergengsi. Sekolah dianggap sebagai sarana yang memberikannya standar pengakuan sebagai tiket untuk mendapatkan semua itu.

Di
sana terselip sebuah pengharapan bahwa, semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin tinggi pula jabatan yang akan ia peroleh dari perusahaan, dan mereka mengira, semakin santai pula pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Hidup tenang dengan serba berkecukupan bahkan berkelimpahan.

Tak perlu disangsikan lagi bahwa pedoman hidup yang dianut generasi muda ini, sama dan sebangun dengan liku-liku kehidupan ayam negeri. Mereka menginginkan kenyamanan dan berbagai fasilitas yang diberikan oleh majikan, sama seperti ayam negeri menerima kenyamanan dan berbagai fasilitas dari majikannya.

Mereka menginginkan kesehatan dan jadwal hidup yang serba teratur, sama seperti ayam negeri menerima kesemua itu dari majikannya. Mereka memerlukan perhatian penuh tentang kesejahteraan diri dan keluarga, memerlukan tuntunan dan pimpinan untuk memperlancar tugas dan kewajibannya, sama seperti seperti yang diberikan majikan kepada ayam-ayam negeri itu.

Namun mereka tidak menyadari bahwa pada saat yang sama, mereka telah kehilangan kebebasan dirinya, sebagai hak azasi manusia yang paling hakiki. Mereka tidak bisa lagi pergi dan terbang ke
sana ke mari seperti seekor elang di langit lepas. Sama seperti yang dialami oleh ayam negeri. Lebih-lebih lagi, mereka telah kehilangan identitas diri sebagai mahluk hidup, karena status dirinya, disadari atau tidak, telah dirubah menjadi mesin yang sangat produktif demi kepentingan majikannya. Juga sama seperti ayam negeri.

Falsafah hidup seperti ayam negeri, benar-benar merupakan suatu hal yang menyesatkan, terutama bagi kalangan muda. Orang akan terpedaya dengan perasaan nikmat dalam kehidupan yang terkungkung di antara sisi-sisi tembok beton kantor atau rumahnya yang mewah. Padahal di luar, masih teramat banyak orang yang tidak cukup beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, hidup susah di rumah-rumah kumuh dan pengap.

Falsafah ayam negeri hanya mengajarkan manusia untuk memuja kenyamanan diri semata. Meski tidak ada yang salah untuk memperoleh kesejahteraan, kesenangan dan kemewahan bagi diri dan keluarga, namun pola hidup demikian cenderung membuat orang menjadi figur yang selfish dan egois, selalu mementingkan diri sendiri. Tidak ada lagi rasa prihatin dan empati kepada sesama. Apalagi keinginan berkorban untuk orang lain.

Sindrom kenikmatan juga akan menyebabkan kaum muda kehilangan semangat dan daya juang, sehingga tidak akan mau lagi ikut memikirkan bagaimana berpartisipasi untuk memajukan negara dan bangsa, mengentaskan kemiskinan rakyat jelata dan berbagai aspek social lainnya yang amat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Di ujung rangkaian dari berbagai kesenangan yang memabukkan itu, akhirnya akan muncullah masalah yang paling berat, yaitu kenyataan bahwa generasi muda akan menjelma menjadi generasi yang ringkih, getas dan sensitif. Generasi yang mudah patah saat dihadapkan pada situasi krisis, sebagai akibat terlalu dimanjakan oleh kenikmatan. Lagi-lagi sama seperti ayam negeri yang sensitif terhadap berbagai penyakit.
Another Stories

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki
yang senangf bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu
sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat
mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini
telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu
setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke
sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan
anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki
itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk
membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi
kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa
mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu
sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan
pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak
pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang
melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon
apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus
bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat
tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki
rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun
rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua
dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel
itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak
lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian
dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel
merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi
denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku
sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan
berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang
tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.
Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat
kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi
datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun
kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak
memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak
memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata
pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak
lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku
berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan
sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah
setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah
kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan
beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan
beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan
akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air
matanya.


Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang
ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa
pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa
yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin
berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada
pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya;
dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan
diberikannya pada kita.
  @};-  @};- @};- @};- @};- @};- @};- @};- @};- @};-
Kalung Anisa.

 Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang
 ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa
 menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.
 Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa
 melihat > sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih
 berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna
 pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu
 indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya.
 Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan.
 Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia
 sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang
 sudah disetujui untuk dibeli.

 Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya
 kaos kaki ber-renda yang cantik. Namun karena kalung
 itu sangat indah, diberanikannya bertanya.
 "Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh
 kembalikan kaos kaki yang tadi... " Sang Bunda segera
 mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya
 tertera harga Rp 15,000.

 Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh
 harap dan cemas.Sebenarnya dia bisa saja langsung
 membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak
 konsisten... "Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki
 Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih
 tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari
 kaos kaki itu,Ibu akan potong uang tabunganmu untuk
 minggu depan. Setuju ?"
 Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang
 mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terimakasih. ..,
 Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung
 mutiaranya.. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak
 cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung
 itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika
 tidur.

 Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau
 berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu
 akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...

 Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan
 cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika
 selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya
 "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"
 "Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!"

 "Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...
 "Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si
 Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku juga
"Ya sudahlah sayang,.... ngga apa-apa !". Ayah mencium
 pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa. Kira-kira
seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan
cerita, Ayah bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang
nggak sih, sama Ayah?"
 "Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada
 Ayah?".
 "Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."
 "Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil
 boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya menyerahkan
 boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.

 Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke
 kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya.
 Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis
 diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas
 pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa,
 kenapa Anisa ?"
 Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya.
 Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya
 " Kalau Ayah mau...ambillah kalung Anisa" Ayah
tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan
 mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong
 celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan
 sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan
 kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa. .. ini
 untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,
 tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi
 hijau"

 Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli
 untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.

 Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia
 meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk
 menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun,
 kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif
 dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap
 amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila
 harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap ikhlas,
 karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu
 dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang
 lebih baik.
Re: Cerita-Cerita yang memiliki pesan moral dan bermanfaat kesini yach.....

IPA: Pesawat Sederhana

 
 
 
 
 
 
Rate This
Pernahkah kamu bertugas sebagai pengibar bendara? Tentunya kamu membutuhkan kerek. Itu dapat memudahkan pekerjaanmu. Kerek juga dikenal dengan nama Katrol (Pulley). Kalau Katrol rusak, kamu pastinya harus memanjat dahulu untuk memasang bendera. Itu membuang banyak tenaga…. Jadi katrol disebut-sebut sebagai pesawat (Alat yang mempermudah pekerjaan). Selain itu, masih ada tiga lagi yang termasuk dalam pesawat sederhana. Apa sajakah itu??? 

Introducting of Simple Machine

Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya Secara umum, alat-alat ini bisa disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya. Sebuah pesawat sederhana menggunakan satu gaya kerja untuk bekerja melawan satu gaya beban. Dengan mengabaikan gaya gesek yang timbul, maka kerja yang dilakukan oleh beban besarnya akan sama dengan kerja yang dilakukan pada beban.
Kerja yang timbul adalah hasil gaya dan jarak. Jumlah kerja yang dibutuhkan untuk mencapai sesuatu bersifat konstan, walaupun demikian jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mencapai hal ini dapat dikurangi dengan menerapkan gaya yang lebih sedikit terhadap jarak yang lebih jauh. Dengan kata lain, peningkatan jarak akan mengurangi gaya yang dibutuhkan. Rasio antara gaya yang diberikan dengan gaya yang dihasilkan disebut keuntungan mekanik.
Pesawat sederhana merupakan dasar dari semua mesin-mesin lain yang lebih kompleks. Sebagai contoh, pada mekanisme sebuah sepeda terdapat roda, pengungkit, serta katrol. Keuntungan mekanik yang didapat oleh pengendaranya merupakan gabungan dari semua pesawat sederhana yang ada dalam sepeda tersebut.
Banyak sekali jenis pesawat yang ke-empatnya termasuk ke dalam kategori pesawat sederhana. Sejak zaman dahulu, ke-empatnya ini sering digunakan. Sekarang pun juga sering digunakan ke-empatnya, misalnya buat memotong kertas, mengambil air, mengangkut barang, dan lain-lain.
*Ke-empatnya: Tuas, Bidang Miring, Katrol, dan Roda
Kita akan bahas satu-per-satu’

[1]: Tuas (Lever)

Tuas, sebuah kata yang tidak asing didengar. Sulitkah kamu mengangkat batu yang besar????? Tentulah susah (kecuali yang kuat). Itulah manfaat tuas. Perhatikan gambar di bawah, tuas juga memiliki bagian-bagian. Apakah kamu dapat menyebutkannya?
Tuas: Batang yang keras dapat dipakai untuk mengungkit
Inilah bagian-bagian dari tuas: Titik Beban (TB/B), Lengan Beban (LB), Titik Tumpu (T), Lengan Kuasa (LK), dan Kuasa (TK/K)
Tuas dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Ketiga jenis itu akan diuraikan sebagai berikut:

[1a]: Tuas jenis I

Tuas Jenis Satu
Tuas jenis satu adalah tuas yang titik tumpunya berada di tengah. Dengan tuas jenis satu, beban berat dapat kamu angkat.
Contohnya seperti contoh yang ada di atas, kamu dapat menjalankan batu dengan batang yang cukup keras. Dengan itu, kamu akan terasa lebih ringan kan???
Contohnya: Gunting, pengungkit, catut, dan tang

[1b]: Tuas jenis II

Tuas jenis dua
Tuas jenis dua adalah tuas yang titik bebannya berada di tengah. Seperti alat pemecah biji. Kamu tahu kan itu????
Contohnya: gerobak dorong beroda satu, pemecah buah, pembuka tutup botol, dan lain-lain
Alat pemecah biji merupakan tuas jenis dua? Coba kamu ambil alat pemecah biji, dan letakkan buah itu di tengahnya. Apa yang terjadi?
Ternyata buah itu pecah!!! Kamu lakukan hal itu sekali lagi dengan tangan. :)
Keras kan? Itulah kenapa Pemecah Biji disebut tuas. Terus di manakah letak titik tumpu, kuasa dan bebannya?
Skema Alat Pemecah Biji
Perhatikan gambar di samping. Itu adalah skema dari alat pemecah biji. Buah (B) merupakan beban. (T) adalah titik tumpu, dan (K) adalah titik kuasa
Gerobak pendorong beroda satu: Roda dikategorikan sebagai titik tumpu, lubang di tengahnya: titik beban, dan pegangan dikategorikan sebagai titik kuasa
Pembuka tutup botol:
  1. Ujung dekat lubang: Titik tumpu
  2. Lubang pembuka: Titik beban
  3. Pegangan: Titik kuasa
Lihat itu, semua alat tuas jenis dua memiliki titik beban yang di tengah !!!!
Mau yang lain???

[1c]: Tuas jenis III

Tuas jenis tiga
Tuas jenis III adalah tuas yang letak titik kuasa (TK) nya berada di tengah. Contohnya penjepit, sapu, sekop, dan stapler. Kamu dapat menyebutkan contoh lainnya?
Sekarang author mau kasih kamu soal:
LK: 5m
K: 75N
LB: 3m
B: ?N
Menurut kamu itu susah atau tidak? Kalau susah, author udah punya rumusnya:
LK x K = B x LB
5N x 75M = ? x 3M
375NM/3M
125N
Ingat: cara sama juga dilakukan untuk mencari LK, K, dan LB
Menghitung KM (Keuntungan Mekanis)
K = 90N
LK = 6M
B = 30N
LB = 2M
90/30  |  6/2
3   |   3
3
Jadi KMnya adalah 3 kali

[2]:  Bidang Miring

Seringkah kamu naik turun tangga? pastinya lah. Kalau nggak ada tangga?? Kamu harus ngapain? Pastinya kamu harus memanjat. Kalau pake tangga bisa lebih cepat.
Bidang miring pada tangga
Bidang miring mempermudah pekerjaan contohnya seperti contoh di atas. Kamu memerlukan tangga untuk naik ke satu tempat ke tempat lain
Kamu tahukah baji???
Baji dan Bidang miring (A = Alat, B = Benda)
Dalam pekerjaan sehari-hari, banyak orang menggunakan prinsip baji, misalnya untuk memotong daging, memotong buah, dan lain-lain yang berhubungan dengan baji
Jadi apakah baji termasuk bidang miring?
Iya, tetapi prinsipnya berbeda
Apa bedanya?
Perhatikan gambar di samping, pada bidang miring, bendanya bergerak, sedangkan kalau baji, alatnya yang bergerak.
Cara menghitung KM
P = Panjang bidang miring
T = Tinggi bidang miring
Contoh soal:
P = 24 M
T = 3 M
Caranya:
24 / 3
8 Kali
KM = 8 kali

[3]: Katrol

Tahukah kamu lift??? Pastinya semuanya tahu. Tahukah kamu sumur timba? tahulah pastinya… Kamu lihat di atasnya (jika ada celah / lubang), ada katrol kan. Pertanyaannya apakah itu katrol?
Katrol adalah suatu roda dengan bagian berongga di sepanjang sisinya untuk tempat tali atau kabel. Katrol biasanya digunakan dalam suatu rangkaian yang dirancang untuk mengurangi jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu beban. Walaupun demikian, jumlah usaha yang dilakukan untuk membuat beban tersebut mencapai tinggi yang sama adalah sama dengan yang diperlukan tanpa menggunakan katrol. Besarnya gaya memang dikurangi, tapi gaya tersebut harus bekerja atas jarak yang lebih jauh. Usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu beban secara kasar sama dengan berat beban dibagi jumlah roda. Semakin banyak roda yang ada, sistem semakin tidak efisien karena akan timbul lebih banyak gesekan antara tali dan roda. Katrol adalah salah satu dari enam jenis pesawat sederhana.
Prinsip Katrol = Tuas
Kamu tahukah, bahwa prinsip katrol itu sama dengan tuas. Katrol dibagi menjadi tiga, yaitu:

[3a]: Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang posisinya tidak berubah, contohnya lift, sumur timba, tiang bendera, dll.
Keuntungan Mekanis pada katrol tetap adalah satu, kalau kamu mau mencari kuasanya, kamu harus tentukan bebannya berapa. Contohnya Bebannya 980Kg, berarti kuasanya 100N (98 Kg = 1N)

[3b]: Katrol bebas

Skema Katrol Bebas
Katrol bebas adalah katrol yang posisinya berubah. Itu berguna untuk memperkecil gaya. Contohnya flying fox, kereta gantung, dll.
Kata “Memperkecil gaya” itu disebutkan karena Keuntungan Mekanisnya dua.
Contohnya:
Beban: 100 N
Kuasa yang dikeluarkan: ?N
100 / 2
50N
Jadi kuasa yang dikeluarkan adalah 50N

[3c]: Katrol Majemuk

Beban yang berat dapat diangkat dengan katrol majemuk
Perpaduan katrol bebas dan tetap disebut katrol majemuk.
Berapakah KMnya?
Tergantung dari banyaknya katrol bebas.
Contoh: 5 Katrol Bebas dan 1 Katrol Tetap, berarti KMnya 10 kali, sehingga kuasa yang dikeluarkan semakin sedikit. Biasanya, semakin banyak katrol yang digabung, Keuntungan mekanis semakin besar dan kuasa yang dikeluarkan semakin kecil

[4]: Roda

Pernahkah kamu bersepeda. Manakah yang lebih cepat sampai tujuan? Pastinya bersepeda lah
Perbedaan Roda berporos & tak berporos
Dengan kamu bersepeda, kamu lebih cepat mencapai tujuan. Ketika ban sepedamu kempis, kamu akan keberatan mengayuh sepeda, dan Roda termasuk pesawat sederhana.
Prinsip roda digunakan untuk membuat mesin modern. Bagian-bagian tepi luar mesin modern dilengkapi gigi-gigi. Gigi-gigi itulah yang dapat digabung. Penggabungan itu menghasilkan arah putar berbeda
Roda dibagi menjadi dua, yaitu roda berporos dan roda tak berporos. Roda berporos adalah roda yang ditengahnya ada poros, sedangkan roda tak berporos adalah roda yang tak mempunyai poros.
Selamat bersenang-senang dengan pelajaran IPA!!!!!!!!
Source: 1. Buku Smart in Sciene for Grade V of Elementary School and Islamic Elementary